Peraturan Akademik

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

NANI HASANUDDIN MAKASSAR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERATURAN AKADEMIK

STIKES NANI HASANUDDIN MAKASSAR

 

 

SK KETUA STIKES NANI HASANUDDIN

NO.4238/SK/STIKES NH/VI/2012

 

 


 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan hidayahNya sehingga revisi Peraturan Akademik STIKES Nani Hasanuddin Makassar ini dapat diselesaikan.

 

Peraturan Akademik ini diharapkan menjadi Pedoman dalam Proses Belajar Mahasiswa, kode etik serta penanganan pelanggaran akademik yang dapat digunakan oleh seluruh civitas akademika STIKES Nani Hasanuddin Makassar dan dijadikan acuan dalam menetapkan aturan-aturan dibawahnya.

 

Peraturan yang termuat dalam Surat Keputusan Peraturan Akademik ini disusun berdasarkan aturan-aturan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang ada dan berlaku pada saat aturan akademik ini disusun dan ditetapkan. Diharapkan aplikasi dari aturan yang ada ini dapat membantu dalam menunjang terciptanya academic atmosphere yang mendukung dalam pencapaian tridharma perguruan tinggi di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

 

Semoga Peraturan Akademik ini dapat dilaksanakan oleh civitas akademika STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan penuh tanggung jawab.

 

 

Makassar, 11 Juni 2012

STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Ketua,

 

 

 

 

Yasir Haskas, S.Pt, SE.,M.MKes

                                                                        NIDN. 0919067506

 

 


 

KEPUTUSAN

KETUA STIKES NANI HASANUDDIN MAKASSAR

YAYASAN PENDIDIKAN NANI HASANUDDIN MAKASSAR

NOMOR : 4238/SK/STIKES-NH/VI/2012

Tentang

PERATURAN AKADEMIK

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

NANI HASANUDDIN MAKASSAR

 

 

MENIMBANG :        1.      Bahwa agar pelaksanaan akademik sesuai dengan kerangka pengembangan pendidikan tinggi dan ketentuan yang berlaku, perlu diadakan penyempurnaan Peraturan Tata Tertib Akademik guna mempersiapkan penciptaan masyarakat ilmiah dalam kampus.

                                 2.   Bahwa berhubung dengan hal tersebut dipandang perlu ditetapkan dalam Keputusan Ketua STIKES.

 

MENGINGAT           :  1.   Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,

                                 2.   Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 1999 tentang  Pendidikan Tinggi,

                                 3.   Keputusan Mendiknas No. 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.

                                 4.   Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

                                 5.   Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

                                 6.   Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

                                 7.   Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

                                 8.   Keputusan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Nani Hasanuddin Makassar Nomor 01/SK/YPNH/VIII/ 2011 tentang Pengangkatan Ketua STIKES Nani Hasanuddin Makassar

 

MEMPERHATIKAN :

                                 1.   Hasil keputuan rapat pengelola STIKES Nani Hasanuddin Makassar tanggal 09 Juni 2011 tentang perlunya segera dilakukan revisi peraturan akademik STIKES Nani Hasanuddin Makassar karena beberapa aturan sudah perlu dilakukan perbaikan.

 

MEMUTUSKAN

 

MENETAPKAN Peraturan Akademik STIKES Nani Hasanuddin Makassar

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

 

Dalam Peraturan akademik ini yang dimaksud dengan :

1.     Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin Makassar yang selanjutnya disebut STIKES Nani Hasanuddin Makassar adalah Perguruan Tinggi swasta yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan penelitian ilmiah serta pengabdian pada masyarakat yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Nani Hasanuddin Makassar, bernaung di bawah Departemen Pendidikan Nasional yang berkedudukan di kota Makassar.

2.     Pendidikan Akademik adalah pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan yang diselenggarakan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

3.     Pendidikan Profesional adalah pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian keperawatan dan diselenggarakan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

 

4.     Program Studi adalah kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan akademik dan atau profesional yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum yang ditujukan agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan sasaran kurikulum.

5.     Program Strata Satu (S1) adalah pendidikan formal keperawatan jalur akademik yang mempersiapkan peserta didik untuk mejadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik keperawatan dalam menerapkan, mengembangkan, dan/atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi keperawatan, serta menyebarluaskan dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan beban Satuan Kredit Semester sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

6.     Program Diploma Tiga (D III) adalah pendidikan formal keperawatan jalur profesional yang menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan keperawatan profesional dalam menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi keperawatan serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan beban Satuan Kredit Semester sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

7.     Laboratorium/Studio adalah perangkat penunjang pelaksana pendidikan pada program Studi Sekolah Tinggi dalam pendidikan akademik dan atau pendidikan profesional.

8.     Kurikulum Pendidikan Tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi.

9.     Kurikulum inti adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional.

10.   Kurikulum institusional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi, terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan.

11.   Kelompok matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

12.   Kelompok matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu.

13.   Kelompok matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.

14.   Kelompok Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.

15.   Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

16.   Mata Kuliah Umum (MKU) adalah sekelompok bahan kajian dan pelajaran dan kurikulum perguruan tinggi yang menunjang pembentukan kepribadian dan sikap sebagai bekaI mahasiswa memasuki kehidupan bermasyarakat.

17.   Sistem kredit semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.

18.   Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.

19.   Satuan Kredit Semester selanjutnya disingkat (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum, atau 4 jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1 – 2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1 – 2 jam kegiatan mandiri.

20.   Dosen adalah tenaga pendidikan pada STIKES Nani Hasanuddin Makassar yang diangkat dengan tugas utama mengajar.

21.   Mahasiswa atau Peserta didik adalah mereka yang terdaftar dan sedang mengikuti program pendidikan formal di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

22.   Mahasiswa Tugas Belajar adalah mahasiswa yang berasal dari instansi lain yang mendapat tugas dari instansinya untuk mengikuti jenjang pendidikan program diploma atau sarjana atau latihan keterampilan di STIKES Nani Hasanuddin Makassar baik dari awal maupun yang bersifat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

23.   Mahasiswa cangkokan adalah mahasiswa yang berasal dan Sekolah Tinggi/institut lain yang teIah mengikat kerjasama dengan STIKES Nani Hasanuddin Makassar untuk melanjutkan studi di salah satu Program Studi yang diselenggarakan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

24.   Mahasiswa pendengar adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah untuk satu atau dua mata kuliah tertentu dalam jangka waktu paling lama satu tahun, tidak mengisi KRS dan tidak mengikuti ujian.

25.   Mahasiswa Asing adalah peserta didik bukan warga negara Indonesia yang terdaftar dan belajar di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

26.   Studi Efektif adalah belajar mendalami salah satu bidang ilmu tertentu yang sifatnya sangat bermakna

27.   Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu pengintegrasian kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan pendidikan dan penelitian yang dilakukan mahasiswa secara interdisipliner dan kurikuler.

28.   Koordinator Penasehat Akademik (KPA) disingkat KPA ialah Wakil Ketua I atau seorang staf Pengajar yang diberi tugas untuk memonitoring dan mengkoordinir Penasehat Akademik (PA).

29.   Penasehat Akademik (PA) adalah semua dosen yang di samping menjalankan peranan utama sebagai dosen yang mengasuh mata kuliah tertentu, juga dibebankan tugas membimbing dan menasehati mahasiswa dalam kegiatan akademik seperti merencanakan studi baik untuk tahun kuliah berjalan sampai tamat sudi di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

30.     Tahun Akademik (TA) adalah satu tahun penyelenggaraan pendidikan dan atau pendidikan profesional yang dimulal pada bulan September dan berakhir pada bulan Juli yang dibagi atas dua semester dan masing-masing dipisah oleh masa libur selama dua hingga empat

31.   minggu.

32.   Kebebasan Akademik adalah kebebasan yang dimiliki anggota Civitas Akademika yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai dengan aspirasi pribadi dan dilandasi oleh norma dan kaidah keilmuan yang harus diupayakan dalam pelaksanaan kegiatan akademik STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

33.   Civitas Akademika adalah satuan yang terdiri atas dosen, mahasiswa dan tenaga penunjang akademik di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

34.   Cuti Akademik adalah pembebasan mahasiswa dari kewajiban mengikuti kegiatan akademik selama jangka waktu tertentu.

35.   Aktif Kuliah Kembali (AKK) adalah mahasiswa yang aktif kuliah kembali setelah mahasiswa tersebut melakukan cuti akademik, dicutikan, atau tidak aktif kuliah pada semester sebelumnya.

36.   Masa Studi Minimum adalah jumlah semester yang dijadwalkan dalam kurikulum untuk diikuti oleh Mahasiswa.

37.   Masa Studi Maksimum adalah jumlah semester maksimum yang diperkenankan bagi mahasiswa mengikuti pendidikan untuk menyelesaikan studinya.

38.   Masa Studi Lebih Awal adalah masa studi yang memungkinkan hak mahasiswa untuk menyelesaikan studi lebih awal dari masa studi terjadwal daIam kurikulum.

39.   Masa Studi Tambahan adalah masa studi yang masih diizinkan untuk menyelesaikan studi pada setiap program studi sampai batas maksimum setelah melampaui masa studi yang telah terjadwal dalam kurikulum.

40.   EvaIuasi Keberhasilan Studi Mahasiswa adalah berhasil atau tidaknya seorang mahasiswa program pendidikan diploma dan sarjana dalam mengikuti kegiatan akademik di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

41.   Penilaian Hasil Belajar adalah penilaian terhadap keberhasilan belajar mahasiswa setelah mengikuti suatu kegiatan akademik.

42.   Ujian adalah penilaian hasil belajar yang dapat diselenggarakan melalui ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian akhir program studi dan ujian-ujian lainnya yang menunjang.

43.   Putus studi (drop out) adalah suatu tindakan akademik yang diperlakukan terhadap seorang mahasiswa yang tidak dibenarkan melanjutkan studi dan dicabut haknya sebagai peserta didik di STIKES Nani Hasanuddin Makassar disebabkan prestasi mahasiswa tersebut tidak memenuhi persyaratan indeks prestasi kumulatif dan jumlah beban studi yakni pada akhir semester ke-2, ke-4, ke-6, ke-8, dan akhir masa studi.

44.   Tugas Akhir (TA) adalah laporan ilmiah dan hasil penelitian dan atau pengkajian mahasiswa yang dapat berupa kajian/bahasan (review), dan skripsi.

45.   Dosen pembimbing Tugas Akhir adalah dosen yang bertanggung jawab dalam membimbing mahasiswa mulai dari pencarian konsep judul tugas akhir berdasarkan acuan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau keperawatan yang terkait dengan pemahaman dan pendalaman studi yang ditekuni dan diminati dalam penyelesaian studi, Penyusunan kerangka acuan dan proposal, desain pelaksanaan penelitian, analisis serta penarikan kesimpulan  penulisan tugas akhir, seminar sampai tugas akhir.

46.   Lembar Bukti Bimbingan (LBB) ialah kartu yang berisi catatan tentang pelaksanaan bimbingan tugas oleh seorang pembimbing

47.   Ijasah adalah dokumen resmi sebagai bukti sah telah memiliki hak menggunakan gelar sarjana bagi lulusan pendidikan akademik dan sebutan profesional bagi lulusan pendidikan profesi.

48.   Transkrip akademik adalah dokumen resmi sebagai bukti sah tentang rangkuman kumpulan kegiatan akademik yang telah diikuti sesuai dengan kurikulum yang berlaku untuk program studi yang diikuti dan dilengkapi dengan bobot kredit, penilaian hasil belajar yang dinyatakan dengan huruf serta indeks prestasi kumulatif dan data lain yang diperlukan untuk mendukung kelengkapan keberadaan transkrip akademik tersebut.

49.   Wisuda adalah upacara pelantikan dan penyerahan ijasah kepada lulusan program akademik dan atau program profesi yang dilaksanakan dalam suatu Rapat Senat Terbuka STIKES Nani Hasanuddin Makassar dan dipimpin oleh Ketua selaku Ketua Senat

50.   Sanksi adalah suatu tindakan untuk penegakan peraturan sebagai konsekuensi pelanggaran oleh mahasiswa terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

51.   Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) adalah rumusan tujuan dan pokok-­pokok isi mata kuliah yang bersifat dinamis dan di dalamnya tertulis komponen :

a.      Tujuan Instruksional Umum (TIU)

b.     Tujuan Instruksional Khusus

c.      Topik (Pokok Bahasan)

d.     Sub Pokok Bahasan

e.      Estimasi waktu yang d!butuhkan pengajar dalam mengajarkan materi perkuliahan yang relevan dengan setiap sub pokok bahasan.

 

BAB II

PROGRAM DAN SISTEM KEPENDIDIKAN

 

Pasal 2

Program Pendidikan

 

STIKES Nani Hasanuddin Makassar menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan program pendidikan Sarjana dan Diploma yang dilaksanakan di dalam lingkungan STIKES Nani Hasanuddin Makassar meliputi :

1.     Program Pendidikan Sarjana di STIKES Nani Hasanuddin Makassar adalah Program Studi S1 Ilmu Keperawatan

2.     Program Pendidikan Diploma di STIKES Nani Hasanuddin Makassar adalah Program Studi D III Keperawatan, D III Kebidanan, dan D III Farmasi

3.     Program Pendidikan Profesi di STIKES Nani Hasanuddin Makassar adalah Program Studi Ners.

 

Pasal 3

Beban Kredit dan Lama Studi

 

1.     Program Strata Satu (S1 Keperawatan)

Program Pendidikan Strata Satu (S1) Keperawatan dikelola oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan beban kredit 156 SKS yang dijadualkan selesai minimal 8 semester dan maksimal 14 semester. Mulai angkatan 2011, telah digunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadualkan selesai minimal 8 semester dan maksimal 14 semester.

2.     Program Diploma Tiga

Program Pendidikan Diploma Tiga (D III) Keperawatan dikelola oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan beban kredit 120 SKS yang dijadualkan selesai minimal 6 semester dan maksimal 10 semester.

3.     Program Profesi Ners

Program Pendidikan Profesi Ners dikelola oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan beban kredit 34 SKS yang dijadualkan selesai minimal 2 semester dan maksimal 6 semester.

 

 

Pasal 4

Kurikulum

 

1.     Kurikulum Sekolah Tinggi terdiri atas Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional.

2.     Beban kredit dan komponen kurikulum STIKES Nani Hasanuddin Makassar ditetapkan dengan SK Ketua STIKES Nani Hasanuddin Makassar untuk Program Profesi, Sarjana dan Program Diploma.

 

 

Pasal 5

Jenis Kegiatan Kurikuler

 

Proses belajar mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. Setiap kurikulum mempunyai silabus dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP).

1.   Jenis-jenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain :

a.      Kuliah

b.     Praktikum laboratorium

c.      Praktek kerja lapangan

d.     Seminar/Diskusi

e.      Perancangan

f.      Kuliah Kerja Nyata

g.     Tugas Akhir

2.   Kegiatan Kurikuler tersebut pada ayat 1 dinilai dengan Satuan Kredit Semester sebagai berikut :

a.     Program Strata Satu (S1) Keperawatan

1)     1 (satu) SKS kegiatan perkuliahan tiap semester meliputi tiga kegiatan per minggu, yaitu :

a)     Kegiatan tatap muka terjadual antara Dosen dan Mahasiswa selama 50 menit.

b)    Kegiatan akademik terstruktur yaitu kegiatan tidak terjadual yang diberikan oleh dosen untuk dilakukan mahasiswa dalam bentuk tugas atau menyelesaikan soal-soal selama 60 menit.

c)     Kegiatan mandiri ialah kegiatan akademik tidak terjadual dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri untuk mendalami dan mempersiapkan diri selama 60 menit antara lain membaca buku referensi

2)     1 (satu) SKS praktikum laboratorium ialah kegiatan akademik yang dilakukan mahasiswa di laboratorium yang terjadual selama 2 jam per minggu selama 1 (satu) semester

3)     1 (satu) SKS praktek kerja lapangan ialah kegiatan akademik yang dilakukan mahasiswa di lapangan/dalam gedung yang terjadual selama 4-5 jam per minggu selama 1 (satu) semester

4)     1 (satu) SKS praktek seminar/diskusi ialah kegiatan akademik yang dilakukan mahasiswa di kelas yang terjadual selama 3-4 jam per minggu selama 1 (satu) semester

5)     1 (satu) SKS perancangan ialah kegiatan akademik yang dilakukan mahasiswa untuk memuat suatu rancangan/kreasi berdasarkan teori yang diperoleh dan di bawah bimbingan dosen selama 4-5 jam per minggu selama 1 (satu) semester

6)     Kuliah Kerja Nyata terdiri atas 1 (satu) SKS kuliah pembekalan KKN dan 3 (tiga) SKS KKN Lapangan yang dilaksanakan selama 6 (enam) minggu di lokasi

7)     I (satu) SKS Tugas Akhir sama dengan 4-5 jam per minggu dalam 1 (satu) semester

 

b.    Program Diploma Tiga (D III) Keperawatan

Besaran waktu untuk SKS masing-masing kegiatan Program D III menggunakan ketentuan sebagai berikut :

1)     Kegiatan kuliah 1 (satu) SKS adalah sama dengan 1 (satu) jam per minggu per semester.

2)     Kegiatanseminar 1 (satu) SKS adalah sama dengan 1 (satu) jam per minggu per semester.

3)     Praktek Kerja Lapangan 1 (satu) SKS adalah sama dengan 4 jam per minggu per semester.

4)     Praktek klinik keperawatan 1 (satu) SKS adalah sama dengan 5 (lima) jam per minggu per semester

c.   Program Pendidikan Profesi Ners

Besaran waktu untuk SKS masing-masing kegiatan Program Ners menggunakan ketentuan sebagai berikut :

1)    Kegiatan kepaniteraan umum 1 (satu) SKS adalah sama dengan 16 jam kegiatan lab skill dan ujian klinik di laboratorium

2)    Kegiatan kepaniteraan klinik 1 (satu) SKS adalah sama dengan 5 (lima) jam per minggu per semester

3.     Penyelenggaraan tatap muka setiap mata kuliah, maksimum diberikan sebanyak 3 (tiga) jam berturut-turut.

 

Pasal 6

Beban Kredit per Semester

 

1.     Pengambilan Jumlah Kredit

a.      Jumlah beban kredit Semester I (satu) ditetapkan oleh Ketua STIKES Nani Hasanuddin Makassar sesuai dengan kurikulum yang berlaku di Program Studi.

b.     Mahasiswa baru Program Strata Satu (S1) harus mengambil beban kredit seluruh mata kuliah semester I yang ditawarkan. Untuk semester II dan seterusnya, beban kredit yang dapat diambil ditentukan dengan memperhitungkan keberhasilan studi semester sebelumnya dengan berpedoman kepada tabel di bawah ini.

 

Semester dan beban SKS maksimum yang diizinkan untuk program Strata Satu (S1) Keperawatan (Kurikulum lama)

 

IP SEMESTER

BEBAN SKS MAKSIMAL

YANG DIIZINKAN

>3.00

2.50-2.99

2.00-2.49

1.50-1.99

<1.50

24

22

20

17

15

 

2.     Program Studi D III keperawatan, D III Farmasi, D III Kebidanan, dan Profesi Ners menggunakan sistem paket dimana mahasiswa diharuskan mengikuti semua mata kuliah terjadwal yang diprogramkan pada masing-masing semester, dengan beban kredit mata kuliah persemester adalah sebagai berikut :

 

 

D III Keperawatan :

a.     Semester I        :  24 SKS

b.    Semester II       :  22 SKS

c.     Semester III      :  24 SKS

d.    Semester lV      :  20 SKS

e.     Semester V      :  18 SKS

f.     Semester VI      :  9 SKS

 

D III Kebidanan :

a.     Semester I        :  23 SKS

b.    Semester II       :  24 SKS

c.     Semester III      :  23 SKS

d.    Semester lV      :  21 SKS

e.     Semester V      :  20 SKS

f.     Semester VI      :  9 SKS

 

 

D III Farmasi :

a.     Semester I        :  20 SKS

b.    Semester II       :  21 SKS

c.     Semester III      :  23 SKS

d.    Semester lV      :  24 SKS

e.     Semester V      :  18 SKS

f.     Semester VI      :  10 SKS

 

Ners :

  1. Semester I        :  17 SKS
  2. Semester II        :  17 SKS

 

3.     Pengambilan beban Kredit KKN

a.      KKN PembekaIan 1 (satu) SKS harus diambil sebelum mengikuti KKN Lapangan

b.     KKN Pembekalan 1 (satu) SKS dan KKN lapangan dicantumkan dalam KRS

c.      KKN Lapangan 3 (tiga) SKS dapat diambil oleh setiap mahasiswa dengan syarat :

(1)    Setelah lulus KKN Pembekalan dengan nilai minimal C

(2)    Telah menyelesaikan minimal 110 SKS dengan IP = 2,75

 

4.     KKN dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan diatur oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LP3M) STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

 

Pasal 7

Evaluasi Keberhasilan Belajar Mahasiswa

 

1.     Evaluasi keberhasilan belajar yang dilakukan terhadap mahasiswa bertujuan untuk menentukan :

a.      KeberhasiIan belajar mahasiswa

b.     Beban studi yang dapat diambil mahasiswa pada semester berikutnya

c.      KeIancaran mahasiswa dalam program pendidikan bidang yang sedang ditempuh

d.     Akhir masa studi mahasiswa

e.      Putus studi (droup out)

 

2.     Setiap mahasiswa yang mengikuti kegiatan perkuliahan diakhiri dengan evaluasi untuk setiap mata kuliah, mahasiswa wajib memenuhi persyaratan telah mengikuti kuliah minimal 80% dari setiap kegiatan yang terjadual pada semester berjalan serta ketentuan lain yang ditetapkan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

 

3.     Evaluasi untuk menentukan keberhasilan belajar mahasiswa menempuh program sarjana dan diploma dilakukan dalam bentuk :

a.      Evaluasi perkuIiahan dijadualkan dalam kalender akademik dengan ketentuan :

1.     Ujian tengah semester diiaksanakan minimal sekali dalam 1 (satu) semester.

2.     Ujian akhir semester dengan ketentuan tidak ada ujian susulan kecuali izin STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

3.     Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian akhir semester mata kuliah yang diambiI dengan alasan yang dapat dipertanggung-jawabkan, maka mata kuliah tersebut tidak diperhitungkan dalam menetapkan indeks Prestasi (IP) semester.

4.     Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian akhir semester seluruh mata kuliah dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka pada semester berikutnya mahasiswa diperbolehkan mengambil beberapa kredit sebelumnya.

5.     Nilal ujian suatu mata kuliah ditentukan dan hasil ujian tengah semester, ujian semester dan nilai tugas-tugas atau kegiatan struktural lainnya dengan perbandingan bobot yang diatur oleh Pembantu Ketua Bidang Akademik.

b.     Evaluasi Praktikum Laboratorium

1.     Mahasiswa harus mengikuti seluruh praktikum yang dijadwalkan dan apabila tidak, harus menggantinya pada waktu lain sesuai dengan peraturan koordinator mata kuliah.

2.     Setiap selesai praktikum, mahasiswa diharuskan membuat laporan/jurnal praktikum dan selambat-lambatnya sudah diserahkan sebelum praktikum berikutnya.

3.     Nilai praktikum sedikitnya merupakan gabungan nilai dan pelaksanaan praktikum laboratorium, laporan/jurnal ujian praktikum kalau ada; dan ujian semester kalau ada yang bobotnya diatur oieh Pembantu Ketua Bidang Akademik.

a.      Evaluasi Praktek Lapangan, diatur dengan Surat Keputusan Pembantu Ketua Bidang Akademik, atas usul Ketua Program Studi, yang ketentuan dan pelaksanaannya disesuaikan dengan kalender akademik.

b.     Evaluasi ujian tugas akhir diatur dengan memperhatikan ketentuan jadwal akademik dan jadwal wisuda.

 

4.     Sistem penilaian dalam evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa. Sistem penilaian dapat memakai sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau Penilaian Acuan Normal (PAN) sesuai jenis kegiatan kurikuler :

a.      Sistem Penilalan Acuan Patokan adalah sistem yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan mahasiswa berdasarkan patokan yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu menentukan nilai batas lulus untuk masing-masing mata kuliah.

b.     Sistem Penilaian Acuan Normal adalah sistern yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan rnahasiswa berdasarkan hasil ujian mahasiswa lain dalam kelompoknya.

c.      Nilai akhir pada setiap matakuliah adalah gabungan atau hasil kumulatif dari komponen tugas, ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS)

d.     Untuk mata kuliah yang diasuh oleh Tim Dosen, nilai akhir merupakan gabungan penilaian seluruh anggota tim dan penanggungj jawab matakuliah dengan memperhatikan azas proporsionalitas.

 

5.     Proses Penilaian

a.     Proses penilaian adalah proses menetapkan taraf penguasaan kemampuan mahasiswa.

b.    Taraf penguasaan kemampuan mahasiswa diukur dengan suatu instrument pengukuran yang dinyatakan dengan skor

79 – 100           : A

68 – 78: B

56 – 67: C

41 – 55: D

0 – 40               : E

 

c.     Hasil penilaian akhir suatu mata kuliah dinyatakan dengan nilai dan bobot berturut – turut :

A                     : 4

B                     : 3

C                     : 2

D                     : 1

E                     : 0

 

 

d.    Untuk menentukan nilai akhir mahasiswa digunakan rumus :

 

Na        : Nilai akhir atau nilai kesimpulan evaluasi

Xh        : Nilai kehadiran/keterlibatan dalam mengikuti perkuliahan

Xb        : Nilai semua tugas-tugas

Xt         : Nilai ujian tengah semester

F          : Nilai Ujian Akhir Semester

 

 

 

 

6.     Evaluasi Prestasi Keberhasilan

a.      Prestasi keberhasiIan ditentukan oleh angka indeks prestasi. Indeks prestasi ditentukan pada setiap akhir semester.

b.     Indeks Prestasi Semester (IPS) dihitung berdasarkan beban kredit yang diambil dalam satu semester

 

N    =    Bobot prestasi masing-masing mata kuliah

K    =    SKS masing-masing mata kuliah yang tercantum dalam KRS semester yang bersangkutan

 

c.      Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dihitung berdasarkan nilai tertinggi setiap mata kuliah yang dinilai mulai semester I sampai dengan semester yang terakhir

 

 

N    =    Bobot prestasi masing-masing mata kuliah yang telah dilulusi mulai dari semester I sampai dengan semester yang terakhir

K    =    SKS masing-masing mata kuliah yang telah dilulusi dalam KHS mahasiswa yang bersangkutan

 

d.     PenggoIongan prestasi keberhasilan dengan berpedoman pada tabel di bawah ini :

 

NILAI PRESTASI

BOBOT PRESTASI

GOLONGAN PRESTASI

A

4

Amat Baik

B

3

Baik

C

2

Cukup

D

1

Kurang

E

0

Gagal

 

6.     Mahasiswa Program Sarjana S1 diperkenankan memperbaiki nilai mata kuliah yang mendapat nilai C, dan D selambat-Iambatnya 6 (enam) semester sesudah mata kuliah tersebut pertama kali diambil, tetapi tidak boleh melebihi masa studi maksimum. Mata kuliah yang diperbaiki nilainya tersebut melebihi masa studi maksimum, maka mata kuliah yang diperbaiki nilainya tersebut harus dimasukkan dalarn Kartu Rencana Studi (KRS) dan dihitung sebagai beban studi semester yang dapat diambil. Nilai yang diperhitungkan untuk evaluasi adalah nilai yang tertinggi.

7.     Mahasiswa Program D III dapat memperbaiki mata kuliah yang hasil evaluasinya D dan E dengan mengikuti semester pendek pada waktu yang memungkinkan dan ujian ulangan pada ujian akhir semester.

8.     Seluruh beban kredit program pendidikan Sarjana (S1) Keperawatan STIKES Nani Hasanuddin Makassar harus berhasil diselesaikan selambat-Iambatnya dalam batas masa studi maksimum yang ditetapkan yakni 14 semester.

9.     Evaluasi untuk menetapkan putus studi (Drop Out)

1.      Program Sarjana S1

a.     Evaluasi Akhir Semester II

Mahasiswa pada akhir semester II harus sudah lulus minimal 22 SKS dengan ketentuan tidak ada nilai D dan E untuk yang dievaluasi. Mahasiswa dibenarkan melanjutkan studinya apabila pada akhir semester II ini mahasiswa telah mengambil lebih dari 22 SKS dengan nilai tertinggi. Bagi mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan inidinyatakan drop out atau mengundurkan diri.

b.     Evalusi Akhir Semester IV

Mahasiswa dibenarkan untuk melanjutkan studinya apabila akhir semester IV telah lulus minimal 45 SKS dengan ketentuan tidak ada nilai D dan E untuk yang dievaluasi. Jika tidak memenuhi persyaratan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan drop out atau diminta mengundurkan diri

c.     Evaluasi Akhir Semester VI

Mahasiswa dibenarkan untuk melanjutkan studinya apabila akhir semester VI sudah harus lulus minimal 72 SKS dengan ketentuan tidak ada nilai D atau E untuk yang dievaluasikan, apabila tidak memenuhi persyaratan ini mahasiswa yang bersangkutan drop out atau diminta mengundurkan diri.

d.     EvaIuasiAkhir Semester VIII

Mahasiswa dibenarkan untuk melanjutkan studinya apabila pada akhir semester VIII telah lulus minimal 96 SKS dengan ketentuan tidak ada nilai D dan E untuk yang dievaluasi, apabila tidak memenuhi syarat ini mahasiswa yang bersangkutan drop out atau diminta mengundurkan diri.

e.     Evaluasi Akhir Masa Studi

Mahasiswa dinyatakan lulus untuk program studi yang diikuti di STIKES Nani Hasanuddin Makassar apabila :

1.      Telah menyelesaikan seluruh beban studi dengan Indeks Prestasi kumulatif (IPK) ³ 2,00

2.      Telah lulus ujian komprehensif (apabila ada)

3.      Telah menyelesaikan ujian tugas akhir (apabila ada)

4.      jum!ah nilai D yang dimiliki tidak meIebihi 8 SKS

5.      Persayaratan lain yang ditentukan oleh Yayasan Pendidikan Nani Hasanuddin Makassar

f.      Apabila dalam batas masa studi maksimum mahasiswa tidak dapat rnenyelesaikan studinya dan masa studi telah habis serta yang bersangkutan tidak dapat memenuhi persyaratan pada butir e diatas maka mahasiswa tersebut dinyatakan Drop Out.

 

2.      Program Diploma 3

a.     EvaIuasi Akhir Semester II

Mahasiswa pada akhir semester II harus sudah lulus minimal 22 SKS dengan ketentuan tidak ada nilai D dan E untuk dievaluasi. Mahasiswa diperkenankan melanjutkan studinya apabila pada akhir semester II ini mahasiswa telah mengambil lebih dari 22 SKS untuk evaluasi dengan nilai tertinggi. Bagi mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan diatas, dinyatakan Drop Out atau mengundurkan diri.

b.     Evauasi Akhir Semester IV

Mahasiswa dibenarkan untuk melanjutkan studinya apabila akhir semester IV telah lulus minimal 45 dengan ketentuan tidak ada nilai D dan E untuk yang dievaluasi. Jika tidak memenuhi persayaratan ini, mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan Drop Out atau diminta mengundurkan diri.

c.     Evaluasi Akhir Semester VI

Mahasiswa dibenarkan untuk melanjutkan studinya apabila akhir semester VI sudah harus lulus minimal 72 SKS dengan ketentuan tidak ada nilai D dan E untuk yang dievaluasi, apabila tidak memenuhi persyaratan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan Drop Out atau diminta mengundurkan diri.

d.     Evaluasi Akhir Masa Studi

Mahasiswa dinyatakan lutus untuk program studi yang diikuti di STIKES Nani Hasanuddin Makassar apabila :

1.      Telah menyelesaikan seluruh beban studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ³ 2,75

2.      Tidak ada nilai  E

3.      Telah lulus ujian komprehensif, apabila ada

4.      Telah menyelesaikan ujian tugas akhir, apabila ada

5.      Jumlah nilai D untuk Matakuliah Keahlian Berkarya tidak Iebih 4 SKS

6.      Persyaratan lain yang ditentukan oleh Yayasan Pendidikan Nani Hasanuddin Makassar.

e.     Evaluasi tiap-tiap semester dapat dilakukan jika mahasiswa dapat menyelesaikan sekurang-kurangnya 75% dari semua kegiatan akademik terjadwal untuk semester tersebut.

 

 

 

Pasal 8

YUDISIUM

 

1.     Ketua Program Studi melaksanakan yudisium untuk menyatakan selesainya studi mahasiswa

2.     Yudisium harus dilaksanakan oleh Ketua Program Studi selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah mahasiswa menyelesaikan studinya.

3.     Tanggal yudisium merupakan tanggal kelulusan mahasiswa tersebut dan dicantumkan dalam ijazahnya.

4.     Predikat yudisium program sarjana (S1) dan Program D III

a.    Memuaskan                         : ³ 2,00 - 2,75

b.    Sangat memuaskan             : > 2,75 – 3,50

c.    Dengan pujian                     : Apabila dapat menyelesaikan studi tidak melebihi masa studi terjadwal, tidak ada nilai D serta IPK > 3,51 – 4,00.

 

 

 

BAB III

CUTI AKADEMIK, AKTIF KULIAH KEMBALI,

PERPINDAHAN MAHASISWA, MAHASISWA TUGAS BELAJAR, MAHASISWA CANGKOKAN, DAN STUDI EFEKTIF

           

Pasal 9

CUTI AKADEMIK

 

1.     Lama Cuti Akademik

Cuti secara keseluruhan dapat diberikan sebanyak-banyaknya empat semester dan sekurang-kurangnya satu semester, dengan catatan tidak diambil lebih dari dua semester berturut-turut.

 

2.     Kategori Cuti Akademik

a.     Telah menginjak semester ke-3 (tingkat II). Tidak berlaku untuk kasus mahasiswa yang dicutikan.

b.     Diajukan sebelum masa pengurusan cuti akademik berakhir. Jika pengajuan cuti setelah masa cuti berakhir (4 minggu dari awal perkuliahan) maka dikenakan denda administrasi sebesar 50% dari biaya cuti akademik.

c.     Izin cuti akademik diberikan untuk satu semester dan dapat diperpanjang berdasarkan permohonan ulang yang diajukan pada saat registrasi ulang semester selanjutnya.

d.     Membayar biaya cuti akademik sebesar 50% dari SPP/semester.

e.     Mahasiswa dinyatakan Sah Cuti Akademik jika sudah mendapat Surat Keterangan Cuti Akademik dari BAAK.

f.      Pengurusan cuti akademik dapat diwakilkan.

 

3.     Prosedur Cuti Akademik

  1. Mengajukan surat permohonan cuti ke BAAK
  2. Membayar biaya cuti akademik di Bagian Keuangan STIKES Nani Hasanuddin Makassar
  3. Surat Permohonan cuti akademik disetujui oleh Orang tua/wali dan Ketua Program Studi.
  4. Permohonan cuti disertai dengan :

1)     Fotocopy KHS (Kartu Hasil Studi) semester sebelumnya

2)     Mendapat rekomendasi dari bagian keuangan perihal bebas biaya kuliah semester sebelumnya.

3)     Fotocopy KTM (Kartu Tanda Mahasiswa)

4)     Bukti pembayaran asli cuti akademik

  1. Berkas cuti yang sudah lengkap dengan prasyaratnya diserahkan ke BAAK.
  2. Mahasiswa memperoleh Surat Keterangan Cuti Akademik yang disetujui oleh Ketua Program Studi dan diketahui oleh Ketua STIKES Nani Hasanuddin Makassar.
  3. Bagi mahasiswa yang dicutikan karena sangsi keterlambatan registrasi ulang atau terlambat mengembalikan Kartu Rencana Studi beserta persyaratannya sampai dengan batas waktu yang ditentukan, uang cuti dapat dibayarkan dengan memotong uang kuliah yang sudah dibayarkan, dengan catatan pelaporan cuti akademik sesuai waktu yang telah ditetapkan (4 minggu dari awal perkuliahan). Mahasiswa yang dicutikan harus tetap mengikuti prosedur cuti dan melampirkan bukti pembayaran uang kuliah ASLI (kwitansi) pada permohonan cuti dan mengurus penyelesaian pembayaran cuti tersebut ke bagian keuangan, selanjutnya mahasiswa mengikuti prosedur d, e, dan f.
  4. Bagi mahasiswa yang dicutikan karena tidak membayar biaya kuliah sesuai jadwal, tetap mengikuti prosedur cuti dengan melampirkan bukti pembayaran cuti dan selanjutnya mahasiswa mengikuti prosedur d, e, dan f.
  5. Mahasiswa yang tidak mengajukan cuti akademik dinyatakan sebagai mahasiswa tidak aktif. Seluruh pelayanan dan fasilitas akademik tidak berlaku.
  6. Mahasiswa yang tidak aktif tanpa cuti akademik selama dua semester berturut-turut, maka mahasiswa dinyatakan mengundurkan diri.
  7. Bagi mahasiswa yang tidak aktif satu semester tanpa cuti akademik, masa tidak aktif dihitung sebagai masa studi dan diharuskan tetap membayar SPP penuh.
  8. Mahasiswa yang telah sah cuti akademik, cuti akademiknya tidak diperhitungkan dalam batas studi normal.

 

Pasal 10

Aktif Kuliah Kembali

 

1.     Ketentuan Aktif Kuliah Kembali

a.     Memiliki surat keterangan Cuti Akademik atau Surat Keterangan Tidak Aktif Semester sebelumnya. Jika mahasiswa tidak mempunyai Surat Keterangan yang dimaksud maka wajib melapor terlebih dulu ke BAAK untuk mengurus Surat Keterangan Tidak Aktif

b.    Mengajukan surat permohonan aktif kembali, yang ditujukan kepada Ketua STIKES Nani Hasanuddin Makassar dan disetujui oleh Ketua Program Studi.

c.     Membayar uang kuliah di bagian keuangan STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

d.    Pengurusan Aktif Kembali tidak dapat diwakilkan.

2.     Prosedur Aktif Kuliah Kembali

a.     Membawa Surat Keterangan Cuti Akademik atau Surat Keterangan Tidak Aktif

b.    Mahasiswa membayar uang kuliah dan mendapatkan KRS untuk registrasi ulang.

c.     Melakukan registrasi ulang (mengisi KRS)

d.    Menyerahkan KRS beserta bukti pembayaran uang kuliah dan bukti pembayaran cuti akademik/tidak aktif ke BAAK, setelah mendapat pengesahan BAAK, mahasiswa tersebut menjadi mahasiswa aktif kembali

 

Pasal 11

Perpindahan Mahasiswa

 

1.     Mahasiswa pindah dari STIKES Nani Hasanuddin Makassar :

a.     Setiap mahasiswa yang pernah terdaftar memiliki Nomor Induk Mahasiswa dan minimal telah mengikuti kegiatan akademik selama 2 semester dengan tertulis dapat mengajukan permohonan pindah dari STIKES Nani Hasanuddin Makassar ke Perguruan Tinggi lain.

b.    Mahasiswa yang telah disetujui pindah oleh pimpinan STIKES Nani Hasanuddin Makassar dan telah dikeluarkan surat pindah dari STIKES Nani Hasanuddin Makassar tidak dapat diterima lagi di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

 

2.     Mahasiswa Pindahan

a.     STIKES Nani Hasanuddin Makassar hanya dapat menerima mahasiswa pindahan yang berasal dan program studi yang sejenis dengan alasan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

b.     Program studi yang dapat menerima pindahan adalah Program studi S1 Keperawatan, D III Keperawatan, D III Kebidanan, dan D III Farmasi. Sedangkan untuk Program profesi Ners tidak menerima pindahan.

c.     Mahasiswa pindahan telah mengikuti pendidikan minimal 2 (dua) semester di perguruan tinggi asal, dan atau tidak berada pada semester terakhir dari program studinya (Semester VI untuk Diploma, dan semester VIII untuk Sarjana)

d.     Perguruan tinggi asal memiliki ijin pendirian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau Kementerian Pendidikan Nasional.

e.     Tahun masuk mahasiswa tidak lebih awal dari SK penyelenggaraan program studi di Perguruan tinggi asalnya.

f.      Perguruan tinggi asal harus memiliki status akreditasi dari BAN-PT minimal sama dengan program studi yang ada di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

g.     Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.00 yang dibuktikan dengan transkrip nilai.

h.     Mahasiswa yang dimaksud pada butir a tidak dalam keadaan diskors, dikeluarkan atau Drop Out, dikeluarkan dengan rekomendasi dari Perguruan Tinggi asal.

i.       Keterangan pindah dibuat oleh Ketua/Ketua Program Studi dan transkrip akademik ditanda tangani oleh Wakil Ketua Bidang Akademik/BAAK Sekolah Tinggi asal.

j.       Berkas persyaratan pindahan antara lain surat pindah, transkrip nilai dari PTS asal, ijazah pendidikan terakhir sebelumnya, surat keterangan berbadan sehat, surat keterangan berkelakuan baik, pas foto terbaru warna 5 lembar, dan surat pernyataan akademik.

k.      Mahasiswa pindahan harus mengajukan permohonan kepada Ketua Sekolah Tinggi dengan melampirkan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam butir j. Ketua STIKES dalam memutuskan pindah tersebut harus memperhatikan Pimpinan Sekolah Tinggi terkait.

l.       Mahasiswa pindahan yang dapat diterima minimal setelah menjalani 2 (dua) semester di Sekolah Tinggi asal dan telah menyelesaikan minimal 25 SKS tanpa ada nilai D dan E

m.    Bagi mahasiswa pindahan setelah semester II ke atas, harus lulus minimal kelipatan 15 SKS per semester tanpa ada nilai D dan E untuk SKS yang dihitung dan paling sedikit beban studi yang masih harus diambil di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

n.     Mahasiswa pindahan dikenakan ketentuan-ketentuan kurikulum, peraturan akademik, dan peraturan lain yang berlaku di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

o.     Bagi mahasiswa pindahan yang telah menyelesaikan mata kuliah yang sama dapat dipertimbangkan alih kredit setelah mendapat pertimbangan Ketua Program Studi yang ditetapkan dengan Keputusan Ketua STIKES Nani Hasanuddin.

p.     STIKES Nani Hasanuddin Makassar hanya dapat menerima mahasiswa pindahan pada awal semester dan selambat-lambatnya permohonan diajukan 2 (dua) bulan sebelum semester berjalan.

q.     Penetapan penerimaan pindahan dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

 

Pasal 12

Mahasiswa Tugas Belajar

 

1.     STIKES Nani Hasanuddin Makassar menerima mahasiswa dengan status tugas belajar dari dinas instansi/jawatan bilamana telah ada kerjasama dalam bentuk bidang pendidikan/latihan dengan instansi/jawatan yang berkepentingan.

2.     Mahasiswa dengan status tugas belajar harus memenuhi syarat-syarat sebagai :

a.      Calon yang akan mengikuti pendidikan program S1 harus sudah memiliki ijazah D III (akademi) dari PTN dan PTS yang disamakan atau memiliki ijazah D III ujian negara.

b.     Calon yang akan mengikuti Program D III harus sudah memiliki ijazah SPK (Negeri/Swasta) yang disyahkan oleh Depkes.

c.      Calon yang mengikuti pendidikan profesi harus sudah memiliki ijazah S1 yang sesuai dengan bidang studinya dari PTN atau PTS yang disamakan atau ijazah S1 ujian negara, harus mengikuti ketentuan persyaratan yang ditetapkan oleh penyeIenggara program profesi.

d.     Ketentuan-ketentuan tata tertib ataupun akademik yang berlaku bagi mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar berlaku pula bagi mahasiswa tugas belajar kecuali ada ketentuan khusus yang telah mengaturnya.

 

 

 

Pasal 13

Mahasiswa Cangkokan

 

STIKES Nani Hasanuddin Makassar menerima mahasiswa cangkokan apabila:

1.     Sudah ada kerjasama dengan Sekolah Tinggi/Institut yang berkepentingan

2.     Mahasiswa Cangkokan harus terdaftar dan memenuhi persyaratan registrasi serta membayar SPP, maupun mengikuti ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

3.     Penerimaan mahasiswa cangkokan akan dilayani awal tahun akademik dan dituangkan dalam SK Ketua.

Pasal 14

Studi Efektif

 

1.     Mahasiswa asing yang akan melakukan studi efektif harus ada izin Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dengan mengajukan permohonan melalui kedutaan RI di negaranya masing-masing.

2.     Mahasiswa Perguruan tinggi lainnya di Indonesia dapat melakukan studi efektif di STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan mengajukan permohonan tertulis kepada ketua dengan sepengetahuan perguruan tinggi asal.

3.     Perseorangan yang berminat studi efektif di STIKES Nani Hasanuddin Makassar di luar ketentuan di atas harus mengajukan permohonan kepada Ketua STIKES.

4.     Peserta studi efektif di STIKES Nani Hasanuddin Makassar harus mendaftar di awal semester dan memiliki kartu pengenal

5.     Mahasiswa yang melakukan studi efektif di STIKES Nani Hasanuddin Makassar, dikenakan biaya pendidikan yang akan diatur tersendiri.

 

BAB IV

PENASEHAT AKADEMIK

 

Pasal 15

Persyaratan Penasehat Akademik

 

1.     Sedapat-dapatnya Dosen Tetap di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin Makassar.

2.     Diusulkan oleh Wakil Ketua Bidang Akademik dan diangkat melalui Surat Keputusan Ketua STIKES Nani Hasanuddin Makassar dan bertanggung jawab kepada Ketua STIKES melalui Wakil Ketua I Bidang Akademik.

3.     Menguasai proses belajar mengajar berdasarkan SKS.

4.     Memahami seluk beluk bidang ilmu keperawatan yang dikembangkan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

5.     Mengetahui komposisi kurikulum yang dibina oleh jurusan/Program Studi S1 Keperawatan di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

6.     Telah menjadi dosen pada Sekolah Tinggi, sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun dan/atau telah mencapai pangkat golongan Asisten Ahli (Gol III/b).

Pasal 16

Peran, Fungsi, dan Kewajiban Penasehat Akademik

 

1.        Peran Penasehat Akademik (PA)

Dalam melaksanakan Bimbingan Akademik pada dasarnya seorang PA berperan sebagai fasilitator, perencana, motivator dan evaluator.

2.      Fungsi Penasehat Akademik (PA)

a.     Sebagai fasilitator: membantu mahasiswa dalam mengenali dan mengidentifikasi minat, bakat dan kemampuan akademiknya masing-masing.

b.    Sebagai perencana membantu merumuskan rencana studi mahasiswa bimbingannya dalam menyusun mata kuliah yang akan diambil per semester yang dianggap sesuai dengan minat, bakat serta kemampuan akademiknya agar Mahasiswa bimbingannya dapat memanfaatkan masa studinya dengan efektif dan efisien.

c.     Sebagai motivator: memberikan motivasi kepada mahasiswa bimbingannya yang mempunyai keterbatasan maupun kendala dalam akademik atau hasil studi dan Indeks Prestasi semesternya relatif rendah, sehingga dapat ditemukan jalan keluar serta pemecahannya dengan baik.

d.    Sebagai evaluator: mengidentifikasi masalah-masalah akademik atau non akademik mahasiswa bimbingannya yang prestasinya kurang.

3.      Kewajiban Teknis Penasehat Akademik (PA)

a.     Menerima dari Koordinator Penasehat Akademik (KPA) :

-          Daftar nama mahasiswa bimbingan sebanyak-banyaknya 12 orang/ PA.

-          Kartu Hasil Studi (KRS) mahasiswa bimbingan yang terbaru.

-          Informasi terakhir mengenai Program Studi dan Sekolah Tinggi.

-          Buku bimbingan akademik

b.    Mempelajari jadwal kuliah yang ditawarkan dalam semester yang berjalan.

c.     Menentukan jadwal bimbingan dan wajib hadir selama pengisian KRS sesuai dengan jadwal yang ditentukan

d.    Menerima mahasiswa bimbingan untuk membicarakan hasil studi semester yang baru berakhir.

e.     Mengidentifikasi masalah-masalah akademik dan non akademik mahasiswa bimbingan.

f.     Membicarakan rencana studi berikutnya.

g.    Menandatangani KRS/KHS mahasiswa bimbingan.

h.     Menyimpan arsip KRS mahasiswa bimbingan yang telah ditandatangani oleh Ketua Program atau dan Ketua STIKES.

i.      Memonitor perkembangan studi mahasiswa bimbingan pada semester tersebut dengan cara pengadakan pertemuan dengan mahasiswa bimbingan sekurang-kurangnya 6 (enam) kali setiap mahasiswa.

-          Mengadakan pertemuan khusus dengan mahasiswa bimbingan menjelang mid semester test.

-          Memonitor hasil mid-semester test mahasiswa bimbingan. Bilamana di anggap perlu PA dapat berkonsultasi dengan dosen dari mahasiswa bimbingan yang mempunyai masalah dalam studinya pada semester yang bersangkutan.

-          Mengadakan pertemuan khusus dengan mahasiswa bimbingan menjelang ujian semester.

-          Memonitor kembali hasil ujian yang baru diikuti oleh mahasiswa bimbingan

j.      Melaporkan perkembangan studi mahasiswa bimbingan kepada Wakil Ketua I Bidang Akademik/atau KPA, bila ada masalah akademik dan atau non akademik.

k.     Mempertimbangkan PKA bagi mahasiswa bimbingan bila dianggap perlu.

l.      Pada akhir setiap semester melaporkan hasil bimbingan seluruh mahasiswa bimbingannya.

Pasal 17

Masa Tugas Penasehat Akademik

 

Masa tugas Penasehat Akademik adalah sama dengan masa studi mahasiswa yang dibimbing.

 

Pasal 18

Penggantian Penasehat Akademik

 

1.     Dalam hal yang sangat khusus, Ketua STIKES atas usul Wakil Ketua I Bidang Akademik dapat memindahkan mahasiswa bimbingan seorang PA kepada PA yang lain.

2.     Dengan pertimbangan dan penilaian khusus, atas rekomendasi KPA, Ketua STIKES melalui Wakil Ketua I Bidang Akademik dapat mengganti PA.

3.     Dalam pengisian KRS bila PA-nya tidak ada ditempat karena sakit atau lain hal, maka Wakil Ketua Bidang Akademik dan atau KPA bertanggung jawab akan halnya, kecuali PA-nya tugas belajar.

 

Pasal 19

Tugas Koordinator Penasehat Akademik

 

1.     Memberi Kartu Hasil Studi (KHS), dan berkas bimbingan sebelum acara bimbingan kepada para PA.

2.     Mempelajari Kartu rencana Studi dan Kartu Hasil Studi untuk mengamati apakah ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian Program Studi, PA, dan mahasiswa antara lain dalam hal:

a.     batas masa studi;

b.    batas minimal Index Prestasi Semester dan ndeks Prestasi Kumulatif;

c.     PKA dan sebagainya.

3.     Mengusulkan kepada Wakil Ketua I Bidang Akademik daftar mahasiswa yang dibimbing oleh setiap PA dengan memperhatikan daftar nama mahasiswa baru yang memerlukan PA maupun mahasiswa yang telah meninggalkan Program Studi.

4.     Menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu kali rapat koordinasi dengan para PA di Program Studi lain antara lain untuk :

a.     Membicarakan masalah-masalah yang dijumpai pada buku bimbingan PA dan kartu hasil studi.

b.    Mengkomunikasikan berbagai informasi dari Program Studi/Sekolah Tinggi hal-hal yang berkaitan dengan pendaftaran akademik.

5.     Menyelesaikan berbagai masalah bimbingan akademik yang dijumpai selama masa pendaftaran akademik.

6.     Memantau kehadiran PA sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan melaporkan hasilnya kepada Wakil Ketua I Bidang Akademik.

7.     Membuat laporan secara tertulis mengenai proses bimbingan akademik setiap semester kepada Ketua STIKES melalui Wakil Ketua I Bidang Akademik.

 

 

Pasal 20

Kewajiban dan Hak Mahasiswa dalam Kegiatan Bimbingan

 

1.     Pengisian KRS

a.      Memenuhi persyaratan administratif

b.     Mengambil KHS dan KRS

c.      Menyusun rencana studi berdasarkan indeks prestasi, minat, dan disesuaikan dengan jadwal kuliah yang diterbitkan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar

d.     Menemui Penasehat Akademik (PA) sesuai jadwal yang ditentukan oleh Penasehat Akademik masing-masing untuk diperiksa dan disetujui KRS-nya

e.      Mengembalikan lembar KRS kepada petugas yang ditunjuk PA, Ketua Program Studi, Ketua STIKES dan BAAK.

2.     Bimbingan dapat berupa konsultasi masalah akademik maupun non akademik

 

BAB V

TUGAS AKHIR

 

Pasal 21

Syarat Penyusunan Tugas Akhir

 

1.     Program studi yang mewajibkan mahasiswa menyusun tugas akhir harus memperoleh minimal 110 SKS tanpa nilai D dan E serta ketentuan lain yang ditetapkan STIKES NANI HASANUDDIN Makassar.

2.     Mahasiswa yang telah memenuhi ayat 1 wajib menyampaikan rencana tugas akhir sesuai dengan lingkup masalah yang disetujui Ketua Program Studi yang bersangkutan.

 

Pasal 22

Penyusunan Tugas Akhir

 

1.     Setelah mahasiswa menyerahkan penyusunan rencana tugas akhir, Program Studi menetapkan seorang pembimbing tugas akhir dan bila diperlukan menambah seorang Pembimbing lainnya yang diambil dari luar STIKES Nani Hasanuddin Makassar

2.     Penyusunan rencana tugas akhir yang dimaksud dalam Pasal 20 sesuai dengan peraturan yang berlaku di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

3.     Rencana tugas akhir harus sudah diajukan dan mendapat persetujuan selambat-lambatnya Satu tahun (2 Semester) sebelum masa studi berakhir, dan harus telah memenuhi syarat pasal 20.

4.     Tugas akhir ditulis dalam bahasa Indonesia, dan tugas akhir berlaku dalam waktu 12 (dua belas) bulan terhitung sejak rencana tugas akhir.

5.     Tugas akhir harus diselesaikan selambat-lambatnya dalam waktu 15 (lima belas) bulan terhitung sejak rencana tugas akhir disetujui.

6.     Persetujuan selesai tugas akhir paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum masa berakhir.

 

Pasal 23

Pembimbing Tugas Akhir

 

1.     Persyaratan pembimbing tugas akhir ditetapkan oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik/Ketua Program Studi.

2.     Dalam melaksanakan tugas bimbingan, pembimbing juga membuat jadwal bimbingan dan mengisi Lembar bukti bimbingan.

3.     Jika pembimbing tugas akhir tidak dapat menjalankan tugasnya, Ketua Bidang Akademik/Ketua Program Studi dapat menunjuk pengganti.

 

 

Pasal 24

Format Tugas Akhir

 

1.     Format Tugas Akhir diatur oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar

2.     Tugas akhir diketik pada kertas HVS atau sejenis yang berukuran A4 dengan dua spasi.

3.     Catatan kuliah dan atau lainnya yang ditentukan, tidak boleh dinyatakan sebagai rujukan kepustakaan.

4.     Secara terinci akan diatur tersendiri dan dibuatkan aturan tersendiri (sebaga pelengkap).

 

 

Pasal 25

Persyaratan Ujian Tugas Akhir/Komprehensif

 

1.     Naskah tugas akhir/komprehensif telah memenuhi syarat baik isi, bahasa, dan teknik Penulisan dan menurut format yang telah ditetapkan serta disetujui dan ditandatangani oleh pembimbing tugas akhir.

2.     Panitia Ujian Tugas Akhir/komprehensif harus menerima saIinan yang telah disetujui Pembimbing selambat-lambatnya satu minggu sebelum ujian tulis akhir/komprehensif tersebut diIaksanakan.

3.     Melampirkan Lembar Bukti Bimbingan (LBB).

4.     Telah lulus semua mata kuliah yang diprogramkan kecuali tugas akhir dengan IPK ³ 2.00

5.     Telah melengkapi persyaratan administrasi yaitu terdaftar sebagai mahasiswa semester berjalan, melampirkan Surat bebas peminjaman buku dari perpustakaan STIKES Nani Hasanuddin Makassar, dan menyelesaikan segala kewajiban terhadap STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

6.     Pelaksanaan Ujian Akhir Komprehensif dapat digabungkan dengan ujian tugas akhir.

 

 

Pasal 26

Pelaksanaan Ujian Tugas Akhir/Komprehensif

 

1.     Ketua Program Studi mengusulkan kepada Pembantu Ketua Bidang Akademik bahwa seorang mahasiswa telah memenuhi syarat untuk ujian tugas akhir/komprehensif.

2.     Berdasarkan usulan Ketua Program Studi, pembantu Ketua Bidang Akademik menetapkan tanggal ujian tugas akhir/komprehensif dan Panitia Penguji

3.     Anggota penguji tugas akhir/komprehensif minimal 3 (tiga) orang yaitu Pembimbing dan Staf Pengajar lainnya.

4.     Penguji yang dimaksud pada ayat 3 harus ahli dalam materi tugas akhir yang tertulis

5.     Pada waktu ujian tugas akhir/komprehensif pada pembimbing sebagai anggota penguji tidak dapat diwakilkan kepada orang lain.

6.     Apabila ujian tugas akhir/komprehensif sudah ditentukan waktunya oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar ternyata salah seorang pembimbing sebagai anggota penguji berhalangan hadir, dengan sebab yang dapat dipertanggungjawabkan, Ketua Program Studi dan pembimbing/penguji yang hadir bermusyawarah dengan pimpinan untuk pergantian pembimbing yang tidak hadir tersebut dengan memperhatikan ketentuanpasal 25 point 4.

7.     Komponen yang dinilai pada ujian tugas akhir/komprehensif ialah :

a.      Penguasaan materi

b.     Metodologi

c.      Kemampuan penyampaian/kemampuan mengemukakan pendapat

d.     Sistematika penulisan

e.      Penampilan mahasiswa pada waktu ujian

8.     Lama sidang ujian tugas akhir/kornprehensif maksimal 90 menit

9.     Keberhasilan mahasiswa dalam ujian tugas akhir/komprehensif ditetapkan bersama oleh panitia ujian tugas akhir/komprehensif dalam sidang tertutup

10.   Keputusan panitia ujian tugas akhir/komprehensif dalam berita acara ujian tugas akhir/komprehensif dan hasilnya diumumkan oeh Ketua Panitia ujian tugas akhir/komprehensif segera setelah selesai sidang

11.   Kepada mahasiswa yang telah menjalani ujian tugas akhir/komprehensif diberikan petikan berita acara ujian tugas akhir/komprehensif guna memenuhi kewajiban perbaikan/ penyempurnaan yang disebutkan dalam berita acara ujian tersebut

12.   Mahasiswa yang tidak lulus di dalam ujian tugas akhir/komprehensif diberikan kesempatan mengulang ujian tugas akhir/komprehensif selama tidak melewati batas masa studinya.

 

 

Pasal 27

Penyempurnaan Tugas akhir

 

1.     Mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian tugas akhir, wajib menyempurnakan tugas akhir/komprehensif yang dijilid rapi dan ditandatangani oleh anggota pembimbing tugas akhir/komprehensif minimal enam eksamplar dan diserahkan kepada para pembimbing program studi, penguji, dan perpustakaan

2.     Penyempurnaan tugas akhir merupakan persyaratan yuridis.

3.      

Pasal 28

1.     Mahasiswa bertanggung jawab sepenuhnya atas tugas akhir yang ditulisnya

2.     Pembimbing bertanggung jawab secara akademik terhadap penyelesaian tugas akhir mahasiswa.

 

PasaI 29

 

Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan penulisan tugas akhir dapat ditetapkan oleh pembantu Ketua Bidang Akademik/Ketua Program Studi.

 

BAB VI

IJAZAH

 

Pasal 30

Persyaratan Memperoleh Ijazah Sarjana

 

1.     Lulus Ujian tugas akhir/komprehensif dan tugas akhir telah disempurnakan serta ditandatangani pembimbing dan telah diyudisium

2.     Memenuhi kewajiban administratif yang berlaku di STIKES Nani Hasanuddin Makassar dan,

3.     Mengikuti wisuda tingkat Sekolah Tinggi.

 

 

BAB VII

MAHASISWA

 

Pasal 31

Mahasiswa

 

1.     Penerimaan Mahasiswa

a.      Seseorang dapat diterima sebagai calon mahasiswa bilamana memiliki Ijazah Sekolah Menengah Atas (sederajat) atau ijazah paket C, atau surat keterangan lulus sementara sebagai pengganti ijazah untuk Program studi reguler, ijazah serta transkrip nilai Diploma III untuk program studi S1 Keperawatan non reguler, serta ijazah dan transkrip nilai S1 keperawatan untuk program studi ners.

b.     Seseorang diterima sebagai mahasiswa bila :

1.     Lulus ujian tulis Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPENMARU) yang diselenggarakan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

2.     Lulus Uji Kesehatan dan Wawancara yang dilaksanakan setelah lulus uji tulis.

3.     Memenuhi  persyaratan untuk dapat diterima sebagai mahasiswa baru

c.      Memenuhi semua persyaratan lain sesuai dengan program pendidikan yang terkait dan menandatangani pernyataan dan janji, bahwa ia akan mentaati segala peraturan yang ditetapkan oleh lembaga, pejabat yang berwenang di Iingkungan STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

d.     Warga Negara Asing dapat menjadi mahasiswa setelah memenuhi persyaratan tambahan dan disetujui oleh Dirjen Dikti

 

2.     Hak Mahasiswa

a.      Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji Ilmu pengetahuan sesuai dengan norma dan aturan susila yang berlaku

b.     Memperoleh Pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik sesuai dengan minat, bakat, kegemaran, dan kemampuan mahasiswa yang bersangkutan.

c.      Memanfaatkan sarana dan prasarana STIKES Nani Hasanuddin Makassar dalam rangka kelancaran proses belajar pengajar

d.     Mendapat bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program studi yang diikutinya dalam penyelesaian studinya

e.      Memperoleh pelayanan informasi yang bertanggung jawab atas program studi yang diikutinya.

f.      Menyelesaikan studi lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sesuai dengan aturan yang berlaku

g.     Memanfaatkan sumber daya STIKES Nani Hasanuddin Makassar melalui perwakilan/organisasi kemahasiswaan untuk mengurus dan mengatur kesejahteraan, minat, dan tata kehidupan bermasyarakat.

h.      Ikut serta dalam organisasi kemahasiswaan yang ada di STIKES Nani Hasanuddin Makassar

i.       MengambiI cuti akademik setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan

j.       Mendapatkan bea siswa bagi yang berprestasi setelah memenuhi syarat yang ditentukan

k.      Menyalurkan aspirasi dan pendapat sesuai dengan ketentuan yang berlaku di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

 

3.     Kewajiban Mahasiswa

a.      Bersikap sopan, ramah, simpatik, bersih, dan rapih

b.     Memenuhi dan mematuhi semua peraturan/ketentuan yang berlaku di STIKES Nani Hasanuddin Makassar

c.      Ikut memelihara sarana dan prasarana STIKES Nani Hasanuddin Makassar serta menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

d.     Ikut menanggung biaya penyeIenggaraan pendidikan

e.      Menghargai Ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan atau kesehatan serta menjunjung tinggi etika keilmuan

f.      Menjaga dan memelihara nama baik STIKES Nani Hasanuddin Makassar (almamater)

g.     Efektif rnengikuti proses belajar mengajar

h.      Mengisi KRS setiap awal semester sesuai jadwal

i.       Memberitahu kepada BAAK tentang alamat tempat tinggalnya dan alamat baru bilamana pindah alamat.

j.       Melihat semua pengumuman di STIKES Nani Hasanuddin Makassar

k.      Mahasiswa yang sedang menempuh masa studi tambahan atau masa studi terjadwal telah dilampaui diwajibkan membayar SPP sebesar yangdiberlakukan

 

4.     Etika Mahasiswa

a.      Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, dan etika akademik.

b.     Menjunjung tinggi kebudayaan nasional

c.      Menjaga kewibawaan dan nama baik STIKES Nani Hasanuddin Makassar

d.     Secara aktif ikut memelihara sarana dan prasarana STIKES Nani Hasanuddin Makassar serta menjaga keamanan dan ketertiban kampus

e.      Menjaga integritas pribadi selaku warga STIKES Nani Hasanuddin Makassar

f.      Mentaati peraturan dan tata tertlib yang berlaku di STIKES Nani Hasanuddin Makassar

 

5.     Mahasiswa Dilarang

a.      Mengganggu/menghambat penyelenggaraan :

1.     Kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler yang diselenggarakan STIKES Nani Hasanuddin Makassar

2.     Tugas pejabat, pegawai, maupun petugas lainnya yang sedang menjalankan tugasnya

3.     Proses belajar mengajar di Kampus STIKES Nani Hasanuddin Makassar

b.     Melanggar peraturan dan tata tertib yang berlaku di STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

c.      Menggunakan sarana dan fasilitas yang tersedia di Kampus STIKES Nani Hasanuddin Makassar diluar kegiatan akademik terjadwal tanpa mendapatkan izin dari Ketua Yayasan sebagai pemilik aset.

d.     Melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat :

1.     Merusak nama baik STIKES Nani Hasanuddin Makassar

2.     Menimbulkan kerugian-kerugian materi baik bagi STIKES Nani Hasanuddin Makassar maupun warga lainnya

3.     Mengganggu ketentraman kampus atau meresahkan masyarakat

4.     Merusak fasilitas akademik atau non akademik

e.      Melakukan tindakan yang tidak senonoh/asusila

f.      Melakukan perbuatan-perbuatan kriminal

Pasal 32

Busana Akademik

 

1.     Busana akademik untuk mahasiswa Program studi S1 Ilmu Keperawatan adalah berpakaian bebas dengan ketentuan mengenakan baju berkerah (bukan jaket dengan baju dalam kaos), papan nama, sepatu (menutupi seluruh pinggiran kaki), dan pada kegiatan ujian diharuskan mengenakan celana kain (khusus bagi laki-laki).

2.     Busana akademik untuk mahasiswa Program studi D III Keperawatan adalah baju seragam dinas dan celana putih, jilbab standar menutupi dada dengan lis pinggir oranye, logo dan papan nama, sepatu putih pada saat praktik di rumah sakit, dan sepatu hitam pada saat kuliah di kampus.

3.     Busana akademik untuk mahasiswa Program studi D III Farmasi adalah baju seragam putih dengan celana coklat, jilbab standar menutupi dada dengan lis pinggir coklat, logo dan papan nama, sepatu hitam.

4.     Busana akademik untuk mahasiswa Program studi D III Kebidanan adalah baju seragam putih dengan celana berwarna biru tua, jilbab standar menutupi dada dengan lis pinggir biru, logo dan papan nama, sepatu putih pada saat praktik di rumah sakit, dan sepatu hitam pada saat kuliah di kampus.

5.     Busana akademik untuk mahasiswa Program studi Ners adalah baju seragam putih dengan celana berwarna biru muda, jilbab standar menutupi dada, Kap dengan lis biru muda, ID card profesi, sepatu hitam.

 

Pasal 33

Pembayaran Mahasiswa

 

1.     Setiap mahasiswa dikenakan sumbangan pembangunan (SP) yang dibayarkan 1 kali pada awal masuk dengan besaran sesuai dengan ketentuan program studi masing-masing.

2.     Setiap mahasiswa dikenakan pembayaran Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) yang dibayarkan setiap awal semester dengan besaran sesuai dengan ketentuan program studi masing-masing.

3.     Setiap mahasiswa dapat dikenakan pembayaran tambahan untuk kegiatan akademik antara lain kelengkapan akademik, busana akademik, kegiatan praktek klinik, kegiatan praktek lapangan, penyelesaian tugas akhir, wisuda, caping day (pemasangan kap) dan atau kegiatan lain yang besarannya ditentukan oleh akademik.

4.     Setiap awal semester mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyelesaikan administrasi pembayaran dengan ketetapan waktu yang disampaikan oleh bagian akademik

5.     Mahasiswa yang terlambat membayar akan dikenakan cuti akademik akibat keterlambatan pembayaran

6.     Mahasiswa yang telah membayar biaya pendidikan baik SP, BPP, ataupun pembayaran yang telah ditentukan tidak dapat meminta pengembalian kembali uang yang telah dibayarkan.

 

Pasal 34

Pelanggaran Akademik

 

1.     Menggantikan kedudukan atau melakukan tugas atau kegiatan untuk kepentingan orang lain dalam kegiatan akademik secara tidak sah atas permintaan orang lain atau kehendak sendiri seperti pada ujian atau tugas akademik lainnya

2.     Menyuruh orang lain/civitas akademika STIKES Nani Hasanuddin Makassar menggantikan kedudukannya dalam kegiatan akademik, antara lain ujian dan kegiatan atau tugas akademik lainnya

3.     Membawa senjata tajam masuk dalam lingkungan kampus antara lain badik,  parang, clurit, dll atau jenis senjata lain yang dapat menimbulkan ancaman terhadap orang lain.

4.     Melakukan penjualan alat-alat kesehatan, buku, kalender, gantungan kunci, dan berbagai assesoris lain tanpa mendapatkan ijin dari Ketua STIKES.

5.     Pemalsuan dengan sengaja atau membantu atau tanpa izin mengganti atau mengubah/memalsukan nilai transkrip akademik, ijasah, kartu tanda mahasiswa, kartu rencana studi, tugas-tugas dalamrangka perkuliahan, keterangan laporan atau tanda dalam lingkup kegiatan akademik.

6.     Membantu atau mencoba mambantu menyediakan sarana atau prasarana yang dapat menyebabkan terjadinya hal yang tidak diperbolehkan dalam kegiatan akademik

7.     Menjadi calo/perantara dalam penerimaan mahasiswa baru dengan menerima kompensasi dalam bentuk uang atau barang dengan iming-iming lulus dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru.

8.     Tindak Plagiat, dengan sengaja menggunakan kata-kata atau karya orang lain tanpa menyebut sumbernya dan mengakui sebagai kata-kata atau karya sendiri dalam suatu kegiatan akademik.

9.     Tindak penyuapan, memberi uang dan atau hadiah, mengancam baik terang–terangan atau terselubung mempengaruhi atau mencoba mempengaruhi orang lain dengan cara membujuk, memberi hadiah maupun berupa ancaman dengan maksud memperoleh penilaian terhadap prestasi akademiknya.

10.   Berlaku curang sewaktu ujian, dengan sengaja atau membantu atau mencoba menggunakan bahan-bahan atau alat bantu studi lainnya tanpa izin dari instruktur atau dosen yang berkepentingan dalam kegiatan akademik.

11.   Melakukan pelecehan seksual, kedapatan berbuat asusila, pornoaksi, atau berbagai tindak asusila lainnya yang tidak dibenarkan oleh hukum, nilai, dan etika yang berlaku secara umum di masyarakat akademik.

12.   Pelanggaran akademik lain yang belum tercantum dengan berpedoman pada etika dan moral bahwa perbuatan pelanggaran tersebut dapat merendahkan harkat dan martabat sebagai mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar

 

 

Pasal 35

Pembatalan Kedudukan Sebagai Mahasiswa

 

1.     Atas permohonan mahasiswa yang bersangkutan.

2.     Ketua berhak membatalkan kedudukan seseorang sebagai mahasiswa sehingga tidak lagi berhak meneruskan kegiatan akademiknya di STIKES Nani Hasanuddin Makassar bilamana mahasiswa yang bersangkutan

a.      Telah melewati batas waktu studi maksimum untuk menyelesaikan program- program pendidikannya

b.     Tidak memenuhi syarat evaluasi keberhasilan studi seperti yang ditetapkan pada pasal 7 peraturan akademik ini

c.      Melakukan kesalahan yang dinilai perlu untuk dijatuhi hukuman pemecatan karena mengganggu jalannya perkuliahan ataupun kegiatan akademik lainnya.

d.     Divonis bersalah oleh Pengadilan karena tindak pidana yang diIakukan dengan vonis yang telah bersifat tetap.

 

 

 

 

 

 

Pasal 36

S a n k s i

 

Mahasiswa yang meIanggar ketentuan yang diatur dalam pasai 34 dengan melihat jenis pelanggaran dikenakan sanksi sebagai berikut :

1.     Peringatan :

a.      Peringatan secara lisan atau tertulis

b.     Peringatan dengan percobaan

2.     Pengurangan nilai ujian bagi mata kuliah atau kegiatan akademik yang bersangkutan

4.     Tidak lulus ujian mata kuliah atau kegiatan akademik yang bersangkutan

5.     Membatalkan seluruh kegiatan akademik pada semester yang berjalan

6.     Skorsing, dicabut status mahasiswanya untuk sementara maksimum 2 (dua) semester

7.     Pemecatan atau dikeluarkan dalam atau dicabut status mahasiswanya secara permanen dari STIKES Nani Hasanuddin Makassar

8.     Dengan   melihat akibat dari kerugian yang ditimbulkan karena pelanggaran larangan akademik maka si pelaku dapat dikenakan dalam satu keputusan beberapa sanksi hukuman

 

Pasal 37

 

Prosedur Pemberian Sanksi

 

Dalam menjatuhkan sanksi terhadap mahasiswa yang melakukan pelanggaran seperti disebut pada pasal 36, ditempuh prosedur sebagai berikut :

1.     Pelaporan dari mahasiswa, pegawai, dosen, atau petugas kepada pembantu Ketua Bidang Akademik/Ketua Program Studi disampaikan secara lisan atau tertulis

2.     Pelanggaran dengan sanksi pasal 36 ayat 1 s.d. 4 cukup diseIesaikan di Pembantu Ketua Bidang Akademik.

3.     Pelanggaran dengan sanksi pemecatan diselesaikan di tingkat STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan prosedur; laporan Pembantu Ketua Bidang Akademik disertai berita acara pemeriksaan dan rekomendasi sanksi pelanggaran akademik dari Ketua Program Studi, yang selanjutnya Ketua mempertimbangkan dan memutuskan setelah mendengar pendapat Senat Sekolah Tinggi.

4.     Mahasiswa yang akan dikenakan sanksi hukuman pemecatan diperbolehkan membela dirinya pada proses tingkat pemeriksaan.

 

BAB VII

PERATURAN TAMBAHAN

 

SISTEM PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN

 

Pasal 38

Organisasi Pelaksana

 

Organisasi Program Pendidikan STIKES Nani Hasanuddin Makassar memiliki Struktur Organisasi sebagai berikut :

1.     Penanggung Jawab

a.      Penanggung jawab Program Pendidikan secara afficio dijabat oleh Ketua STIKES Nani Hasanuddin Makassar

b.     Penanggung jawab bertanggung jawab sepenuhnya atas segala aktivitas dan kebijaksanaan program pendidikan

2.     Koordinator

a.      Koordinator terdiri dari Para Pembantu Ketua yang diangkat secara ex-efficiency

b.     Koordinator bertugas membantu penanggung jawab untuk melaksanakan pengawasan atas jalannya program pendidikan.

3.     Ketua Program

a.      Ketua Program Studi adalah pejabat yang dipilih untuk melaksanakan kegiatan Program Studinya.

b.     Ketua Program Studi ditunjuk oleh penanggung jawab dan diusulkan untuk diangkat oleh Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Nani Hasanuddin Makassar.

 

BAB VIII

KETENTUAN PERALIHAN

 

Pasal 39

 

(1)     Ketentuan-ketentuan dalam peraturan akademik ini harus ditaati oleh semua unsur yang terlibat dalam pengelolaan Sekolah Tinggi.

(2)     Hal-hal lain yang belum diatur didalam peraturan akademik ini akan diatur lebih lanjut dalam tata tertib tersendiri dengan ketentuan tidak bertentangan dengan isi peraturan akademik ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

BAB IX

KETENTUAN PENUTUP

 

Pasal 40

 

(1)     Peraturan akademik ini dapat diadakan perubahan, bilamana kemudian hari terdapat hal-hal yang tak sesuai dengan peraturan yang berlaku dan/atau peraturan akademik ini tidak lagi sesuai dengan tuntunan perkembangan Sekolah Tinggi.

(2)     Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali bila ada hal yang dianggap perlu.

 

 

Ditetapkan           : Di Makassar

Pada tanggal       : 11 Juni 2012

             

Yayasan Pendidikan Nani Hasanuddin                                        STIKES Nani Hasanuddin Makassar

                 Ketua,                                                                         Ketua,

 

 

 

 

Yahya Haskas, SH.,M.MKes                                                        Yasir Haskas, S.Pt, SE.,M.MKes

NIDN. 0919067506

 

 

 

 

 

Hak Cipta © 2014 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin Makassar. Semua Hak Dilindungi.
Joomla! adalah Perangkat Lunak Bebas dirilis oleh GNU General Public License.